Selasa, 08 Desember 2009

Mengenal jenis kabel twisted pair

Kabel twisted pair adalah jenis kabel yang digunakan dalam jaringan yang mana didalam kabel tersebut terdapat pasangan kabel yang saling berlilitan sehingga biasa disebut dengan twisted pair. Bagi kita yang belum mengenal mana yang disebut dengan kabel twisted pair, bisa diperhatikan kabel telpon rumah, dilihat dari bentuk fisiknya hampir sama dengan kabel twisted pair untuk jaringan Local Area Network (LAN).
Tujuan dari dililitnya pasangan kabel ini adalah agar apabila didalam penggunaannya sebagai media penghantar informasi atau data bisa dapat mengurangi interferensi dan derau (noise).

Ada dua macam kabel twisted pair yang biasa digunakan dalam membangun jaringan Local Area Network, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) yang memiliki selubung pembungkus dan Unshielded Twisted Pair (UTP) yang tidak mempunyai selubung pembungkus. Fungsi selubung pembungkus kabel ini adalah pentanahan (grounding) untuk mengurangi lebih lanjut gangguan yang ada terhadap komunikasi data. Jadi jelas di sini bahwa kabel yang memiliki selubung pembungkus akan lebih tahan terhadap gangguan dibandingkan dengan kabel twisted pair yang tidak memiliki selubung pembungkus.

Karakteristik umum kabel Twisted Pair adalah :
  • Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain.
  • Terdiri atas dua, empat, atau lebih pasangan kabel.
  • Koneksi pada twisted pair biasanya menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
berikut ini adalah contoh gambar kabel Shielded Twisted Pair (STP)
berikut ini adlah contoh gambar kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Tips Membeli Laptop Second

Laptop saat ini bukan lagi barang mewah yang hanya dimiliki oleh orang yang memiliki banyak uang atau lebih dikenal dengan orang kaya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan teknologi itu sendiri sehingga kebutuhan akan laptop menjadi tidak terbatas dan tidak mengenal kaya dan miskin seperti halnya handphone. Harga yang tersedia di pasaranpun berfariasi dan memungkinkan semua orang bisa membelinya, baik itu laptop baru maupun laptop second atau bekas.
Untuk laptop baru tentu saya kira tidak terlalu sulit untuk memilihnya namun bagaimana apabila kita ingin membeli laptop bekas.

Jangan karena harga murah langsung dibeli akan tetapi sebaiknya baca terlebih dahulu tips berikut ini sebelum mengambil keputusan untuk membelinya.

  1. Hardware
    • Hardware yang dimaksud disini adalah fisik dari laptop itu sendiri, mulai dari LCD, Untuk membuktikan bahwa LCD tidak terdapat kebocoran maka sebaiknya ganti warna background dengan warna gelap (hitam) jika terlihat titik-titik putih terang maka kemungkinan LCD tersebut sudah bocor.
    • Case atau badan secara keseluruhan dari laptop itu sendiri, perhatikan baut-baut pengancing case laptop agar terpasang dengan benar, jika ada baut yang longgar kemungkinan laptop tersebut sering dibongkar.
    • Kayboard dan TouchPad, apabila kedua komponen ini terlihat masih dalam kondisi yang baik maka kemungkinan pemilik laptop sebelumnya merawat laptop dengan baik.
    • Battery, ini juga sangat penting apabila pemakai laptop sebelumnya menggunakan battery dengan baik, maka kemungkinan fungsi battery masih tetap menyimpan arus listrik, uji kelayakan battery dengan mencoba menggunakan battery pada laptop tanpa terhubung ke stopkontak listrik.
    • Kelengkapan laptop seperti Compact Disk (CD) Driver bawaan laptop itu sendiri. CD driver harus ada karena setiap laptop harus memiliki driver sendiri. CD driver ini sangat dibutuhkan apabila dikemudian hari terjadi kerusakan pada sistem operasi.
  2. Software
    • Software atau perangkat lunak yang ada di dalam laptop pun sangat berarti karena apabila program-program yang ada di dalam laptop tidak berfungsi dengan baik maka tidak akan berarti apa-apa sebuah laptop. Perhatikan software apa saja yang ada di dalamnya apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Perhatikan juga software driver apakah sudah terinstall dengan benar.
Demikian sedikit tips dari Belajar Ilmu Komputer semoga bisa bermanfaat.

Minggu, 06 Desember 2009

Wireless

Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan pancaran signal radio dari masing masing computer.Keuntungan dari sistem WIFI , pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai identitas. Kedua jaringan paling umum dan lebih mudah saat ini dengan sistem Access point dengan bentuk PCI card atau sebuah unit hardware yang memiliki fungsi Access point untuk melakukan broadcast ke beberapa computer client pada jarak radius tertentu. DIbawah ini menjelaskan bagaimana cara sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wirelessInfra Structure, Adhoc dan public service Wireless Network Sistem Adhoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB. Jadi terdapat 2 computer dengan perangkat WIFI dapat langsung berhubungan tanpa alat yang disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak lagi mengenal sistem central (yang biasanya difungsikan pada Access Point). Sistem Adhoc hanya memerlukan 1 buah computer yang memiliki nama SSID atau sederhananya nama sebuah network pada sebuah card/computer. Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem BSSID (Basic Service Set IDentifier - cara ini tidak umum digunakan), untuk mengenal sebuah nama computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah diberikan tanda atau nomor khusus tersendiri dari masing masing card atau perangkat network termasuk network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk pemakaian sementara misalnya hubungan network antara 2 computer walaupun disekitarnya terdapat sebuah alat Access Point yang sedang bekerja. SSID adalah nama sebuah network card atau USB card atau PCI card atau Router Wireless. SSID hanyalah sebuah nama untuk memberikan tanda dimana nama sebuah perangkat berada. BSSID adalah nama lain dari SSID, SSID diberikan oleh pemakai misalnya "pcsaya" pada computer yang sedang digunakan dan computer lainnya dibuatkan nama "pckamu". Sedangkan BSSID mengunakan basis MAC address. Jangan terlalu bingung dengan istilah baru tersebut. Bila sebuah koneksi wireless ingin saling berhubungan, keduanya harus mengunakan setup Adhoc. Bila disekitar ruangan terdapat perangkat Access Point, perlu diingatkan untuk mengubah band frekuensi agar tidak saling adu kuat signal yang memancar didalam suatu ruangan.